Tampilkan postingan dengan label syarat-syarat hadits shahih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syarat-syarat hadits shahih. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2013

HADITS SHAHIH (ULUMUL HADITS)


BAB I
A.      Pendahuluan

Hadits, oleh umat islam diyakini sebagai sumber pokok ajaran islam sesudah Al-Qur’an. Dalam tataran aplikasinya, hadits dapat dijadikan hujjah keagamaan dalam kehidupan dan menempati posisi yang sangat penting dalam kajian keislaman. Secara struktural hadits merupakan sumber ajaran islam setelah Al-Qur’an yang bersifat global. Artinya, jika kita tidak menemukan penjelasan tentang berbagai problematika kehidupan di dalam Al-Qur’an, maka kita harus dan wajib merujuk pada hadits. Oleh karena itu, hadits merupakan hal terpenting dan memiliki kewenangan dalam menetapkan suatu hukum yang tidak termaktub dalam Al-Qur’an.
 Kualitas keshahihan suatu hadits merupakan hal yang sangat penting, terutama hadits-hadits yang bertentangan dengan hadits, atau dalil lain yang lebih kuat. Dalam hal ini, maka kajian makalah ini diperlukan untuk mengetahui apakah suatu hadits dapat dijadikan hujjah syar’iyyah atau tidak. Dengan melihat dari syarat-syarat yang telah di penuhi dalam suatu hadits sehingga dapat dikatakan sebagai hadits shahih.
Rumusan masalah:
1.      Apa pengertian dari hadits shahih?
2.      Apakah syarat-syarat suatu hadits sehingga dapat dikatakan sebagai hadits shahih?
3.      Dibagai berapa kah hadits shahih tersebut?
4.      Bagaiman tingkatan-tingkatan hadits shahih?